Rabu, 03 Desember 2008

PROMOSI KESEHATAN

BAB I
PENGKAJIAN KEBUTUHAN BELAJAR

A. Faktor Predisposisi
1. Riwayat Masalah
Desa Sukaraja berpenduduk ±250 jiwa dengan jumlah penduduk wanita ±120 jiwa. Setelah dilakukan pendataan, diketahui bahwa jumlah ibu nifas di desa Sukaraja berjumlah 25 orang. Sebagian besar mata pencaharian penduduk adalah bertani, tidak terkecuali dengan ibu-ibu nifas tersebut.
Untuk mencukupi kebutuhan hidup, hanya dalam waktu seminggu setelah melahirkan, ibu-ibu nifas tersebut sudah mulai bekerja di sawah walaupun belum bisa bekerja sehari penuh seperti biasanya.
Dua hari yang lalu, ada beberapa ibu nifas yang datang ke puskesmas dan mengeluh bahwa luka jahitannya terasa panas, nyeri dan berbau. Kemungkinan disebabkan karena ibu-ibu nifas kurang memperhatikan kebersihan tubuhnya, khususnya daerah alat kelamin.

2. Kondisi Fisik
Desa Sukaraja terletak di lereng pegunungan dan dikelilingi area persawahan yang luas. Sumber air yang mereka gunakan sebagian besar mengandalkan sungai yang mengalir melalui desa Sukaraja. Air sungai tersebut tidak terlalu bersih karena digunakan untuk berbagai keperluan MCK. Jika musim hujan tiba, warga juga memanfaatkan sumur yang ada di desa, namun jika musim kemarau sumur tersebut kering.

3. Motivasi Belajar
Hasil wawancara dengan tokoh masyarakat desa tersebut bahwa di desa tersebut ada perkumpulan ibu-ibu PKK yang rutin mengadakan kegiatan seperti arisan dan mereka senang untuk berkumpul dan menerima informasi terutama yang berhubungan dengan kesehatan.

4. Kesiapan Belajar
Ibu-ibu PKK, khususnya ibu-ibu nifas yang akan mendapat penyuluhan memiliki waktu luang pada sore hari karena saat itu mereka sudah selesai mengerjakan pekerjaan di sawah maupun di rumah sehingga mereka bersedia berkumpul untuk mendapatkan penyuluhan mulai pukul 15.30.

5. Kemampuan Membaca
Kurang lebih 70% penduduk termasuk ibu-ibu nifas telah mengenal huruf dan 65% mengerti bahasa Indonesia dengan baik. Beberapa orang pernah bersekolah sampai tingkat SMP, namun sebagian besar hanya sampai tingkat sekolah dasar. Informasi yang mereka sukai dan dianggap efektif oleh tokoh masyarakat adalah informasi yang disampaikan dengan metode ceramah dan diskusi.

B. Faktor Enabling
Masyarakat desa Sukaraja, khususnya ibu-ibu nifas, jarang unttuk melakukan pemeriksaan rutin di puskesmas. Mereka datang ke puskesmas hanya jika mengalami sakit yang sudah parah. Ibu-ibu nifas di desa tersebut kurang paham dengan apa yang seharusnya dilakukan untuk menjaga kesehatan padahal sebenarnya mereka bisa menanyakan kepada tenaga kesehatan di puskesmas tentang masalah kesehatan yang mungkin terjadi. Bidan dan tenaga kesehatan di Puskesmas tersebut sangat ramah dan komunikatif serta siap menyelesaikan masalah yang dialami ibu-ibu nifas desa Sukaraja

C. Faktor Reinforcing
. Kepala desa selalu menyarankan warganya terutama ibu-ibu nifas untuk selalu melakukan pemeriksaan rutin meskipun tidak sakit. Hal ini dianjurkan untuk menghindari sakit yang lebih parah, selain itu di puskesmas masyarakat juga bisa mendapatkan informasi tentang kesehatan. Karena itu, Kepala desa sangat mendukung adanya kegiatan penyuluhan ini agar kesehatan warga di desanya semakin meningkat.

D. Analisa Data
Data Penyebab Masalah
DS : ibu-ibu nifas belum mengerti tentang bagaimana menjaga keberihan tubuh terutama saat nifas.


DS : ibu-ibu nifas merasa takut jika luka di alat kelamin akan menjadi panas, nyeri dan berbau seperti yang terjadi pada beberapa warga dua hari yang lalu. Ibu-ibu nifas kurang mengakses informasi




Kurang pengetahuan tentang bagaimana cara menjaga kebersihan selama masa nifas Kurang pengetahuan tentang pentingnya menjaga kebersihan selama masa nifas

Cemas

E. Diagnosa Masalah
1. Kurang pengetahuan tentang pentingnya kebersihan pada masa nifas karena kurang mengakses informasi
2. Cemas karena kurang pengetahuan tentang bagaimana cara menjaga kebersihan pada masa nifas.


BAB II
SATUAN ACARA PENYULUHAN

A. Topik
Pentingnya personal hygiene pada masa nifas.

B. Sasaran
Sasaran penyuluhan adalah ibu-ibu nifas di desa Sukaraja yang berjumlah 25 orang dengan berbagai latar belakang pendidikan.

C. Waktu
Hari/tanggal : Senin, 1 Desember 2008
Waktu : pukul 15.30 – selesai

D. Tujuan
1. Tujuan Umum
Setelah mendapatkan penyuluhan selama 15 menit tentang pentingnya menjaga kebersihan pada masa nifas, ibu-ibu nifas di desa Sukaraja mengetahui cara menjaga kebersihan tubuh pada masa nifas.
2. Tujuan Khusus
Setelah mendapatkan penyuluhan selama 15 menit tentang pentingnya menjaga kebersihan pada masa nifas, ibu-ibu nifas di desa Sukaraja mampu :
a. Menjelaskan pentingnya kebersihan tubuh pada masa nifas
b. Menyebutkan hal yang dapat dilakukan untuk menjaga kebersihan tubuh selama masa nifas.
c. Menyebutkan alasan pentingnya menjaga kebersihan alat kelamin.
d. Menyebutkan gejala-gejala infeksi.
e. Menjelaskan langkah-langkah membersihkan alat kelamin dengan benar.

E. Garis besar materi
1. Pentingnya menjaga kebersihan pada masa nifas
2. hal-hal yang dapat dilakukan untuk membersihkan tubuh
3. Mengapa alat kelamin harus bersih?
4. Gejala-gejala infeksi
5. Langkah-langkah yang dilakukan untuk menjaga kebersihan alat kelamin

F. Metode
Ceramah dan diskusi

G. Media dan Alat
1. Slide Powerpoint
2. Leaflet
3. Poster
4. Laptop
5. LCD
6. Screen
7. Sound system (Microphone, amplifier/wireless)
8. Meja dan kursi

H. Kegiatan Penyuluhan
No Kegiatan Keterangan Waktu
1 Pembukaan a. Mengucapkan salam
b. Memperkenalkan diri
c. Menyampaikan tujuan 1
2 Isi a. Memaparkan pengertian dan alasan mengapa kebersihan saat nifas perlu dijaga
b. Menjelaskan bagian tubuh yang sangat perlu dijaga kebersihannya dan bagaimana caranya
c. Menyimpulkan hasil penyuluhan 10
3 Evaluasi Memberikan sejumlah pertanyaan kepada peserta sehubungan dengan materi yang baru saja diberikan untuk mengevaluasi pemahaman peserta. 3
4 Penutup a. Mengucapkan terima kasih atas perhatian peserta
b. Mengucapkan salam 1
Jumlah waktu 15

I. Setting tempat
Tempat : Balai Desa Sukaraja

1

2


3


1. Meja penyuluh
2. Meja operator
3. Audiens

J. Rencana Evaluasi
Pertanyaan :
1. Jelaskan pentingnya kebersihan tubuh pada masa nifas!
2. Sebutkan hal-hal yang dapat dilakukan untuk menjaga kebersihan
tubuh selama masa nifas!
3. Sebutkan alasan-alasan pentingnya menjaga kebersihan alat kelamin!
4. Sebutkan gejala-gejala infeksi!
5. Jelaskan bagaimana langkah-langkah membersihkan alat kelamin dengan benar!
Jawaban :
1. Kebersihan tubuh pada masa nifas sangat penting karena masa nifas merupakan masa yang sangat rentan terhadap infeksi bagi ibu postpartum bila dalam perawatannya tidak tepat.
2. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menjaga kebersihan tubuh saat nifas antara lain :
a. Mandi minimal dua kali sehari, menjaga kebersihan rambut, hidung, telinga, mulut (gigi), payudara dan putting susu serta kebersihan kuku dan tangan.
b. Mencuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah menyentuh alat kelamin
3. Pentingnya kebersihan alat kelamin pada saat nifas dilandasi beberapa alasan yaitu:
a. Banyak darah dan kotoran yang keluar dari alat kelamin.
b. Alat kelamin berada dekat saluran buang air kecil dan buang air besar yang tiap hari kita lakukan.
c. Adanya luka di daerah perineum yang bila terkena kotoran dapat terinfeksi.
d. Alat kelamin merupakan organ terbuka yang mudah dimasuki kuman untuk kemudian menjalar ke rahim
4. Gejala infeksi
a. keputihan yang berlebihan
e. keluarnya cairan seperti nanah
f. cairan yang keluar berbau busuk
g. keluarnya cairan disertai rasa nyeri
h. ibu mengalami demam
i. nyeri di perut
j. tiba-tiba pendarahan kembali banyak padahal sebelumnya sudah berkurang
5. Langkah-langkah membersihkan alat kelamin yang benar :
a. Siram mulut alat kelamin hingga bersih dengan air bersih setiap kali habis BAK dan BAB. Basuh dari arah depan ke belakang hingga tidak ada sisa-sisa kotoran yang menempel di sekitar alat kelamin baik itu dari air seni maupun feses yang mengandung kuman dan bisa menimbulkan infeksi pada luka jahitan.
b. Apabila ada pembengkakan dapat dikompres dengan es.
c. Bila ibu benar-benar takut menyentuh luka jahitan upaya menjaga kebersihan alat kelamin dan untuk mengurangi rasa tidak nyaman dapat dengan duduk berendam di air hangat setelah 24 jam pascapersalinan dan selanjutnya dapat dilakukan setelah BAK atau BAB.
d. Bila tidak ada infeksi tidak diperlukan penggunaan antiseptik, cukup dengan air bersih saja.
e. Setelah dibasuh, keringkan perineum dengan handuk lembut
f. Kenakan pembalut baru. Ingat pembalut mesti diganti setiap habis BAK atau BAB atau minimal 3 jam sekali atau bila sudah dirasa tak nyaman.


Yogyakarta, 25 November 2008
Pembuat Rencana Penyuluhan



Risma Radanti Putri






BAB III
MATERI PENYULUHAN

Menjaga personal hygiene atau kebersihan tubuh pada masa nifas adalah suatu tindakan yang dilakukan untuk menjaga agar tubuh kita tetap bersih pada saat nifas.
Masa nifas merupakan masa yang sangat rentan terhadap infeksi bagi ibu postpartum bila dalam perawatannya tidak tepat. Hal ini dapat terjadi karena pada ibu postpartum terjadi perlukaan, baik di jalan lahir seperti episiotomy maupun perlukaan karena SC. Untuk itu perawatan kebersihan ibu postpartum harus diperhatikan.
Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menjaga kebersihan tubuh antara lain :
1. Mandi minimal dua kali sehari, menjaga kebersihan rambut, hidung, telinga, mulut (gigi), payudara dan putting susu serta kebersihan kuku dan tangan.
2. Mencuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah menyentuh alat kelamin. Dalam kaitannya meningkatkan kesehatan yang positif, mencuci tangan merupakan satu-satunya prosedur klinis yang paling penting karena tangan merupakan perantara utama terjadinya infeksi silang (Elliot, 1996. Hal. 401)
Walau caranya sederhana dan mudah, banyak ibu yang ragu-ragu membersihkan daerah alat kelaminnya di masa nifas. Beberapa alasan yang sering dikeluhkan adalah :
1. Khawatir jahitan di antara anus dan alat kelamin akan robek, padahal ini jelas tidak benar. Jahitan tersebut memang baru akan diserap tubuh dalam waktu lima sampai tujuh hari, namun tidak mudah lepas.
2. Setelah pesalinan normal alat kelamin dibersihkan akan terasa nyeri karena ada bekas jahitan di daerah perineum (antara anus dan alat kelamin), namun kebersihan harus tetap dijaga.
Ibu yang melahirkan dengan bedah sesar pun akan mengalami masa nifas selama 40 hari. Meskipun alat kelaminnya tidak terluka, dari situ tetap akan keluar darah dan kotoran (lokia) yang merupakan sisa jaringan di dalam rahim. Jadi ibu yang melahirkan dengan operasi pun harus juga membersihkan alat kelaminnya dengan benar.

MENGAPA ALAT KELAMIN HARUS BERSIH?
Pada prinsipnya, pentingnya kebersihan alat kelamin pada saat nifas dilandasi beberapa alasan yaitu:
1. Banyak darah dan kotoran yang keluar dari alat kelamin.
2. Alat kelamin berada dekat saluran buang air kecil dan buang air besar yang tiap hari kita lakukan.
3. Adanya luka di daerah perineum yang bila terkena kotoran dapat terinfeksi.
4. Alat kelamin merupakan organ terbuka yang mudah dimasuki kuman untuk kemudian menjalar ke rahim.
Kebersihan yang kurang terjaga di masa nifas bukan hanya dapat mengundang infeksi pada alat kelamin tapi juga rahim.

GEJALA INFEKSI
1. keputihan yang berlebihan
2. keluarnya cairan seperti nanah
3. cairan yang keluar berbau busuk
4. keluarnya cairan disertai rasa nyeri
5. ibu mengalami demam
6. nyeri di perut
7. tiba-tiba pendarahan kembali banyak padahal sebelumnya sudah berkurang. Misalnya, setelah pendarahan mulai menyurut seminggu sesudah melahirkan, tiba-tiba darah yang keluar menjadi banyak.


LANGKAH MENJAGA KEBERSIHAN ALAT KELAMIN
Berikut ini langkah-langkah menjaga kebersihan alat kelamin yang benar :
1. Siram mulut alat kelamin hingga bersih dengan air setiap kali habis BAK dan BAB. Air yang digunakan tak perlu matang asalkan bersih. Basuh dari arah depan ke belakang hingga tidak ada sisa-sisa kotoran yang menempel di sekitar alat kelamin baik itu dari air seni maupun feses yang mengandung kuman dan bisa menimbulkan infeksi pada luka jahitan.
2. Apabila ada pembengkakan dapat dikompres dengan es.
3. Bila ibu benar-benar takut menyentuh luka jahitan upaya menjaga kebersihan alat kelamin dan untuk mengurangi rasa tidak nyaman dapat dengan duduk berendam di air hangat setelah 24 jam pascapersalinan dan selanjutnya dapat dilakukan setelah BAK atau BAB.
4. Bila tidak ada infeksi tidak diperlukan penggunaan antiseptik, cukup dengan air bersih saja.
5. Setelah dibasuh, keringkan perineum dengan handuk lembut
6. Kenakan pembalut baru. Ingat pembalut mesti diganti setiap habis BAK atau BAB atau minimal 3 jam sekali atau bila sudah dirasa tak nyaman.














Daftar Pustaka

John, Ruth. 2004. Buku Ajar Praktik Kebidanan. Jakarta : EGC.
Anonymous.(Selasa, 7 Oktober 2007). 11 Catatan Penting Masa Nifas. Diunduh
pada tanggal 18 Oktober 2008 dari http://www.anakku.net/category/artikel/11-catatan-penting-masa-nifas.htm
Handayani, Faras. Penting! Bersih Tuntas di Masa Nifas. Diunduh pada tanggal
18 Oktober 2008 dari http://www.tabloid-nakita.com/artikel.php3?edisi=05255&rubrik=kecil






















TUGAS MATA KULIAH
PROMOSI KESEHATAN

SATUAN ACARA PENYULUHAN
PENTINGNYA PERSONAL HYGIENE PADA MASA NIFAS







Disusun
TASMINAH
P 07124107037



POLITEKNIK KESEHATAN DEPKES YOGYAKARTA
JURUSAN KEBIDANAN
2008

Tidak ada komentar: